DPRD: PEMBUBARAN SEKOLAH BUKAN SOLUSI Featured

Kamis, 10 November 2016 21:04

DPRD Provinsi Lampung mengkritisi  kebijakan Pemkot Bandar Lampung  yang berencana membubarkan SMKN 9  dan menggantinya dengan SMP, Anggota Komisi V Yandri Nasir, mengatakan pembubaran  maupun penutupan sekolah bukan solusi bahkan akan menimbulkan masalah baru. Ya, harus diperjelas dulu, itu  400 an siswa mau dikemanakan , demikian juga denga para guru. Jangan sampai justru menimbulkan kekacauan  terlebih aset SMA-SMK  akan dialihkan ke provinsi, ujar Yandri,Kamis (19/5).

Ia menyebut, pengalihan ke SMP  tidak tepat dilakukan semata-mata, Harus berdasarkan tahapan-tahapan yang berlalku,  Karena administrasi sekolah itu   bukan hanya berhenti di Pemkot saja, tetapi harus diurus  hingga ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tahapannya harus ada surat permohonanterlebih dahulu, apalagi ini  aset yang akan dialihkan ke provinsi. Terlebih semua aset-aset SMA-SMK  masih didata, Kalau diganti jadi SMP tentu akan menimbulkan maslaha baru, tegasnya.

Sebelumnya Kepala Disdik Bandar Lampung, Suhendar Zuber mengatakan, rencana pembubaran sekolhan ini diambil  karena belum terdaftar resmi di Pemkot Bandar Lampung. Pertimbangan pembubaran ini karena  sekolah ini beroperasi selama setahun dan  belum terdaftar di Pemkot Bandar Lampung. Penutupan aset ini berdasarkan evaluasi kebutuhan serta program wajib belajar 9 tahun, jelas Suhendar.

Disinggung nasib siswa  angkatan pertama yang berjumlah kurang lebih 400 orang, pihkanya akan merelokasi  rastusan ssiswa tersebut ke sekolah  sejumlah sekolah seperrti SMKN 4 dan SMKN1 . SEMENTARA ITU Walikota Bandar Lampung Herman HN menjelaskan pembubaran SKMN 9  masih menunggu putusan PTUN  atau gugatan seluruh bupati  dan walikota setanah air  yang berkebaratan  dengan penerapan UU  nomor 29 tahun 2014. Dalam UU tersebut dijelaskan 2017 mendatang seluruh aset SMA-SMK beraluh dari Kabupaten/kota ke Provinsi.

Bukan dibubarkan, kita ini lagi tunggu  hasil PTUN. Kalau naanti diserahkan mau kita ganti  jadi SMP, tapi kalau nggak jadi diserahkan tetap kita pertahankan, katanya.

Read 210 times