Komisi IV Pertanyakan Konsep Irigasi

Kamis, 30 Mei 2013 23:05

Komisi IV DPRD Provinsi Lampung menilai Dinas Pengairan dan Pemukiman tidak memiliki konsep yang jitu untuk mengatasi persoalan turunnya debit air di irigasi-irigasi yang ada di daerah ini.

 

Terbukti,  saat ini masih banyak daerah pertanian yang menunda musim tanam padi, akibat rendahnya debit air irigasi sehingga tidak mencukupi kebutuhan air di lahan-lahan pertanian yang berada di sejumlah kabupaten.

“Irigasi yang ada hanyalah warisan zaman Belanda, dan tidak ada terobosan baru dari Dinas Pengairan untuk membangun hal-hal baru untuk pengembangan sektor pertanian. Selama ini saya melihat program-program pengairan hanya sebatas rehabilitasi jaringan irigasi saja,” kata Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Suyatno SW, Senin (8/4/2013).

Menurutnya, rehabilitasi jaringan irigasi dan pembangunan talud serta pelebaran tanggul irigasi yang dilakukan Dinas Pengairan tidak berdampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian. “Banyak saluran irigasi yang setelah direhabilitasi justru tidak berfungsi,” kata anggota DPRD dari PAN itu.

Suyatno juga melihat pada tahun 2013 ini tidak ada prioritas program terobosan untuk memaksimalkan fungsi irigasi yang sudah mulai rusak dan tidak berair tersebut. “Kebanyakan program malah pembuatan sumur bor di rumah warga dan difasilitas umum lainnya,” katanya.

Seharusnya, kata anggota Dewan dari DP Lampung Tengah ini, Dinas Pengairan dapat melakukan langkah-langkah strategis, seperti pembenahan di hulu dan hilir pusat air, sehingga irigasi dapat mendukung pengembangan sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas pertanian.

“Sebenarnya mereka mampu membuat terobosan-terobosan itu, hanya saja mungkin saat ini mereka tidak fokus terhadap prioritas utama, yakni mempertahankan ketahanan pangan melalui struktur pertanian yang kuat,” katanya. (tim)

Read 286 times