Disbudpar Diminta Berkerja Sesuai RIPPDA

Rabu, 26 Jun 2013 23:09

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung diminta mengembangkan seluruh wisata unggulan daerah. Tidak hanya fokus pada wisata Gunung Anak Krakatau dan Taman Nasional Way Kambas.

 

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Palgunadi, di Bandar Lampung, Senin (20/5/2013). Menurut dia, Lampung memiliki tujuh destinasi wisata unggulan. Tetapi Disbudpar selama ini hanya fokus pada dua distinasi wisata, sementara yang lima dibiarkan terbengkalai.

Ketujuh tempat tujuan wisata unggulan Lampung adalah Gunung Anak Krakatau, Taman Nasional Way Kambas, Pantai Tanjung Setia, Teluk Kiluan, Kota Bandarlampung, Menara Siger, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Menurut Palgunadi, ketujuh tempat tujuah wisata itu sudah ditetapkan dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Lampung 2012. Karena itu, menjadi aneh jika Disbudpar hanya mengurusi dua dari tujuh tempat tujuan wisata itu.

“Seharusnya, tujuh destinasi wisata tersebut diprioritaskan semua. Karena RIPPDA dibuat berdasarkan kajian matang, yang tujuannya untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif di sekitar destinasi tersebut. Jadi kami minta agar Disbudpar bekerja berdasarkan RIPPDA tersebut,’’ tegasnya.
Palgunadi mengatakan, alasan Disbudpar hanya karena Gunung Anak Kratau dan Taman Nasional Way Kambas sudah mendunia tidak masuk akal.

Menurutnya, bukan dua destinasi itu saja yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, tapi kelimanya juga banyak dikunjungi wisatawan.

“Mereka beralasan Way Kambas dan Gunung Anak Krakatau sudah dikenal secara internasional, maka keduanya difokuskan sebagai destinasi unggulan. Jika dikaji secara mendalam, saat ini yang menjadi tujuan wisata primadona adalah Tanjung Setia dan Teluk Kiluan,” ujar politisi PDI-Perjuangan ini.

Menurut Palgunadi, seharusnya Disbudpar bekerja maksimal jika melihat dana Rp14 miliar yang dialokasikan pada APBD 2013. Disbudpar harus lebih kreatif menyusun paket-paket wisata yang baik bagi wisatawan.

“Artinya, industri pariwisata Lampung harus meningkat, karena dana yang dialokasikan sudah cukup besar. Agar wisatawan tidak bosan, Disbudpar harus mampu menyediakan paket wisata yang menarik. Jangan itu-itu saja, akibatnya wisatawan tidak betah berkunjung ke Lampung, paling lama tiga hari,’’ terangnya.

Palgunadi menambahkan, selaku leading sektor, Disbudpar harus mampu merangkul sejumlah investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata.
Selain itu, ia menambahkan, instansi terkait juga perlu ikut memikirkan pengembangan parisata, karena memang saling terkait. Seperti Dinas Bina Marga dan Kesehatan, harus mampu menangkap kebutuhan di bidang pariwisata.

Misalnya, infrastruktur jelek pengunjung tidak akan datang. Untuk ini, Bina Marga harus mampu memperioritaskan program pembangunan yang memiliki multi efek.

Wisatawan juga tidak akan berkunjung jika fasilitas kesehatan di sekitar tempat wisata tidak tersedia. Karenanya, Dinas Kesehatan harus proaktif, misalnya dengan membangun pusat pelayanan kesehatan di lingkungan tempat wisata unggulan, tandasnya. (tim)

Read 338 times